Laman

Senin, 12 Mei 2014

Remember: When love is Blooming..

"Cewek ini,"

"Bukan lagi seorang pemimpi,"

"Sekarang, iya menjadi pemimpi baru dengan mimpiyang diciptakan bersama cowok itu, cowok yang disukainya dan tidak bisa dilupakannya,"

"Dan, Cewek itu mulai berani mengeluarkan isi hatinya yang selama ini terpendam dalam hatinya, meskipun tidak mudah untuk diungkapkannya lewat kata-kata"

"Rasa gengsi, malu, maupun rasa cinta bercampur jadi satu, menyebabkan cewek ini sangat susah mengungkapkan apa yang ada di hatinya,"

"Peningkatan kepercayaan diri juga Ia lakukan,"

"Ia berkata..."

"Aku sudah berhasil menghadapi atau lebih tepatnya menunggu sesuatu yang mustahil dalam masa laluku, mimpi burukku. Sekarang waktunya aku menghadapi apa yang ada di dalam hatiku, mencoba hal baru,"

"Lalu cewek itu berteriak..."

"HEI, ITU SUSAH!! ITU TIDAK SEGAMPANG TEORI DALAM OTAKKU!!"

"Cowok itu mulai mengerti, mulai memahami si cewek, meskipun itu tentunya membebani cowok itu,"

"Suatu hari, cewek itu mulai memberanikan diri karena Ia ingin sekali mendengar suara seseorang yang Ia anggap spesial,"

"Sudah lama cewek itu tidak melihat si cowok, tidak mendengar suara si cowok, rasanya aneh... Sepertinya semua yang si cewek lakukan jadi membosankan. Lalu cewek itu berpikir, mungkin kalau cewek itu menelepon si cowok dan mendengar suara si cowok...."

"Cewek ini akan merasa lebih baik."

"Dalam jangka waktu lama, cewek ini tidak juga menelepon,"

"Ia menahan,"

"Sampai akhirnya, tiba saatnya telepon, si cowok menelepon,"

"Setelah ini, cewek itu lega dari perasaan yang selama ini Ia pendam jauh jauh,"

"Dan lalu Ia berkata..."

"SEKARANG, setelah mendengar suaramu, aku memang merasa lebih baik, tapi timbul masalah baru... Aku jadi semakin ingin melihatmu, bertemu denganmu,"

"Itu bukan masalah, karena cewek ini tahu kapan waktu seharusnya mereka bertemu."

"Mereka sudah berjanji,"

"Dan memakai baju yang sama saat itu tiba."

"Ketika cinta ini mulai berkembang, bukan hanya kesenangan yang berkembang, namun sesuatu yang merisaukanpun tiba, dan mulai membuat sesuatu yang membahagiakan ini tidak mulus perjalanannya,"

"Tapi disini, si cewek tahu,"

"Tanpa semua ini, kita tidak akan pernah bisa mengerti satu sama lain, apa yang diinginkan satu sama lain..."

"Si cewek mulai cemas, apa dia bisa berubah?? Rasa gengsi bahkan nervous ini apa akan terus melanda dirinya?"

"Ah, diatas segalanya itu, yang si cewek ingin, si cowok akan tetap percaya ketika si cewek yang super nervous dan gengsi ini berkata bahwa 'aku mencintaimu'."

:v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar