Go Inside of Story (Cerita Bersambung)

Attention: Saya, N-rabbit..
Ini cerita yang kubuat untuk menghibur kalian.. Meskipun tidak terlalu berbakat membuat cerita yang berbobot, aku ingin mencobanya..
Cerita ini mungkin tidak langsung selesai, karena kubuat secara perlahan-lahan.
Hehehe >.< Selamat membaca~
Oia, untuk bahasa.. sedikit menggunakan style Japanese. (Gak sedikit sih hahaha)

Go Inside of Story
(c) N-Rabbit
n-rabbit-rabbitnote.blogspot.com
Genre: Mix all of genre (I mean)
For all of age, (hmmm no no, 12 years+)

Pagi ini, aku ingin memberikan surat ini padanya. DAG DIG DUG... Aku tidak yakin dia akan menyukai apa yang kulakukan hari ini padanya. Just pray for success. Aku berjalan di koridor menuju ke ruang audio yang sekarang ini sudah jarang dipakai karena ada ruang audio baru di dekat ruang guru.
KRIETT.. Saat kubuka pintu itu, sudah berdiri sosok yang kukenal.

"Yo, Kana! Kenapa kamu memanggilku kesini?" Tanya Tatsuya Tomoshiya, teman sekelasku yang aku sukai sejak SMP dulu. Iya benar, aku memanggilnya untuk menembaknya.

"Kamu datang ya?" Tanyaku sedikit tersipu malu karena aku senang sekali dia mau datang hanya untuk menemuiku yang bukan siapa-siapanya.

"Iya lah, terus kenapa?" Tanya nya lagi.

"Baca ini ya, Tatsuya. Maaf mengganggumu, tapi aku hanya ingin memberikan itu. JAA NEE!!!" Teriakku langsung kabur dari ruang audio. Aku sudah menahan nafas untuk mengatakan semua itu tanpa gugup sedikitpun.

Oke, ini ceritaku. Namaku, Kana Yoshizawa. Cewek kelas 2 IPA-A Ritsugen Academy, Tokyo. Aku bukan cewek yang populer, aku hanya cewek biasa dengan segala-galanya yang biasa aja. Tidak kaya, tidak cantik, pintarpun standart. Dan, Aku sudah menyukai Tatsuya sejak kelas 1 SMP, ketika dia menjadi orang pertama yang mau duduk denganku saat masa orientasi siswa. Hingga akhirnya kami bersahabat sampai sekarang. Dia disukai dan disayangi semua orang, dia orang yang jujur dan sangat tampan.
Tadi, aku menembaknya dengan surat. meskipun sudah ada handphone atau facebook, aku lebih memilih surat. Karena menurutku lebih sopan, jika menggunakan surat, aku masih sempat bertatap muka dengannya. Sedangkan sms atau message? Hanya dari dunia maya.
APA? Kalian mau tahu isi suratnya? Oke deh, karena ini ceritaku... Aku akan membicarakannya,

"Tatsuya Tomoshiya, cowok bego.
Hihihi, aneh ya kalau aku tiba-tiba mengajakmu ke ruang audio terus kasih surat dan kabur?! IYA ITU ANEH!!! Tapi mungkin ini hanya akan terjadi sekali saja dalam sejarah.
Baca baik-baik ya,
Kamu adalah sahabatku, kamu juga orang yang pertama kali menyanjungku dan menghargaiku di SMP dulu disaat aku gak punya teman. Kamu sama sekali gak pernah meninggalkan aku sendiri. Aku senang sekali bertemu denganmu.
Jadi............................................ aku mau bilang............................
Sejak SMP, pertama kali kamu sapa aku..
Aku jatuh cinta denganmu. Apa kamu juga punya perasaan yang sama denganku?
Jika iya, temui aku di depan gerbang sekolah pagi ini.
Jika tidak, tolak aku. Kapanpun.

Love,
Kana Yoshizawa."

itu isi suratku, tidak banyak yang kukatakan. Tapi aku yakin dia juga menyukaiku.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Keesokan harinya, aku bela-belain datang pagi hanya untuk mendengar jawaban dari Tatsuya. Aku tidak sabar mendengar jawabannya, entah itu menerima atau menolak.
TAB...TAB...TAB... "Kana?" Panggil seseorang tiba-tiba.

"Ta-Tatsuya!? Su-sudah baca ya-ya?" Tanyaku tidak bisa menahan diri untuk menjadi gugup dan aku tidak bisa melihat wajahnya. Ayo Tatsuya cepat berikan jawabanmu padaku.

"Sudah, Kana. Kamu lucu ya," Kata Tatsuya pelan. Disana aku langsung menengadahkan kepalaku karena aku merasa jawabannya itu menunjukkan dia akan membalas perasaanku. Tapi saat kulihat wajahnya, aku mengerti apa yang akan dia bilang.

"Maaf, Kana. Aku tidak bisa membalas perasaanmu dan mulai hari ini aku tidak bisa berbicara atau berdekatan denganmu lagi. Aku tidak mau perasaanmu padaku semakin besar, lebih baik kamu jauhi aku. Maaf, Kana. Carilah cowok lain yang lebih baik! Maaf," Kata Tatsuya memasang wajah sangat sedih. Ternyata dugaan ku salah, dia menolakku bahkan memberikan tembok diantara kami. Dia tidak mau berbicara denganku lagi.

"Kenapa?! Kamu suka cewek lain ya!? Gak apa-apa! Tapi jangan bermusuhan denganku!" Kataku mencoba untuk mendinginkan suasana. Rasanya sakit sekali hatiku, Tatsuya tidak menjawabku dan malah meninggalkanku masuk ke dalam sekolah. Jadi, selama ini aku dianggap apa? "Iya ya, cowok keren seperti dia mana mungkin suka padaku?" Kataku sok tegar. Pada akhirnya aku meneteskan air mataku, aku tidak kuat menerima kenyataan bahwa cowok yang kusukai selama 5 tahun terakhir telah menolakku sekaligus telah membenciku.

"Yoshizawa?" Tanya seseorang tiba-tiba ada di depanku, aku kenal suara itu. "kamu sedang apa? kenapa menangis? Kamu lupa bawa sesuatu?" Tanyanya lagi dengan nada cemas.

"Ren? Aku tidak apa-apa kok.. Hihi.." Kataku langsung mengusap air mataku dan mencoba untuk tersenyum pada Ren Takatori, teman sekelasku si ranking 1 di kelas. Dia tipe orang paling care di kelas, makanya dia juga dipilih menjadi ketua kelas.

"Bohong. Dasar Kana, baru kali ini aku lihat kamu menangis. Nih pakai sapu tanganku, mukamu penuh air mata. Ayo ke kelas sama-sama!" Kata Ren memberikan sapu tangannya padaku dan langsung mengajakku pergi ke kelas. Aku mengangguk pelan pada Ren tanda aku mau. Selama berjalan di koridor, Ren sama sekali tidak menanyakan apapun padaku. Tapi sesekali ketika aku melihatnya, dia membalasnya dan malah tersenyum. "Kamu senggang?"

"Ha?" bingungku.

"Iya, jika senggang, setelah menaruh tas kamu mau bantu aku mengambil buku dan peta untuk pelajaran Usami-Sensei?" Tanyanya dengan penuh senyum.  Iya ya, daripada aku sibuk memikirkan Tatsuya, lebih baik aku melakukan kegiatan lain. Akhirnya aku membantu Ren mengambil buku dan peta di ruang guru.

Tiba-tiba di tengah jalan aku tersedak dan terdiam, "kenapa?" Tanya Ren ikut berhenti. Aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari dua sosok orang yang kukenal. Mereka adalah Tatsuya dan Kylee, cewek tercantik di sekolah. Tampaknya Kylee sedang menyatakan cintanya pada Tatsuya, aku melihatnya dari genggaman tangan Kylee pada Tatsuya. JIIT... Tatsuya menoleh padaku, aku langsung memalingkan wajahku secepat aku bisa. Ketika aku ingin melihatnya lagi, ternyata aku telah mendapat jawaban dari segala kesakitanku. Tatsuya suka Kylee. Tatsuya memeluk Kylee dengan hangat.

PLEKK...

"GYA!" Teriakku kaget karena tiba-tiba Ren menutup mataku dengan kedua tangannya. "Apaan sih!?"

"Itu mimpi kok, jangan dipikirkan ya!" Kata Ren berbicara ditelingaku. Entah apa yang dia lakukan, tapi dia sedikit membuatku lebih lega. Setelah itu, Ren terus menutup mataku dan menuntunku sampai ke ruang guru. Ruang guru masih sepi. Ren mulai melepaskan tangannya dari wajahku.

"Aku tahu deh kamu nangis karena apa!" Kata Ren sedikit meledekku. "jadi kamu di tolak sama Tatsuya ya..."

"HUH! Jangan dibahas!" sebalku sambil menyernyitkan dahiku. Aku bukannya marah, aku hanya menahan untuk tidak menangis lagi di depan Ren.

"Seharusnya kamu cari tahu dulu apa dia suka padamu!"

"Tidak..."

"Seharusnya kamu seperti Kylee agar disukai olehnya!"

TESS... "Ti-tidak! Kenapa kamu ikut campur sih!" Sebalku mulai meneteskan air mataku yang sudah tidak dapat kutahan lebih lama lagi.

"Begitu dong, nangis saja sepuasmu. Masih pagi kok," Kata Ren tersenyum hangat padaku. "Sebentar ya, aku mau ambil peta sama buku. Tunggu ya! Oh iya, nangis aja sepuasmu! Nanti kalau di tanyain teman-teman, bilang saja aku menjailimu!"

Jadi dia sengaja? Supaya aku menangis dia mengatakan semua itu? Bodoh banget.... Aku jadi tidak bisa menangis nih.. "hihihi, bodoh banget deh." Ternyata masih ada orang yang memperhatikanku tanpa sepengetahuanku. Aku tidak bisa begini cuma gara-gara Tatsuya, aku akan membantu Ren! "REN!!! Aku mau ikut!!!"

"Eh? Sudah nangis aja disana!"

"Aku bukan anak cengeng tau!! Lagipula udah nangis kok," Kataku membalas semua kata-katanya yang lucu itu. Dia itu cowok ranking 1 tapi kelakuan seperti anak kecil banget. Selama ini aku tidak sadar kalau ada Ren di kelas, meskipun dia seorang yang sangat populer pada umumnya. Aku hanya serius terpaku pada seorang Tatsuya.

"hahaha ayo Yoshizawa!" ajaknya sambil melambaikan tangan padaku. Aku membawa peta dan Ren membawa tumpukan buku yang tentunya sangat berat. Pelajaran Usami-Sensei adalah pelajaran sejarah jadi membutuhkan bantuan peta dan cetak yang sangat tebal. "berat ga?"

"Apanya? Seharusnya kan aku yang bertanya seperti itu bodoh!" Teriakku melihat tumpukan buku yang dibawanya.

"Ini sih enteng,"

"Oh tahu deh, cowok ranking 1 itu memang sok ya," kataku meledeknya sambil cemberut.

"Eh aku ini baik ya! Sadar gak siapa yang tadi bantuin kamu!" Kata Ren ikutan sebal karena diledek. Wajahnya saat marah seperti anak umur 6 tahun. Sumpah lucu.

"Hiks..." menangisku.

"EHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!! Bukan bukan! itu aku cuma becanda kok...!!" Teriak Ren panik ketika mendengarku ingin menangis lagi. Bego banget. "jangan nangis dong!!"

"BHUAHAHAHA!! Siapa juga yang nangis cuma karena itu! Apa kamu ke semua orang seperti itu? Lucu." Kataku tertawa terbahak-bahak sampai benar-benar mengeluarkan air mata.

"ng-gak semua." jawab Ren sedikit berbisik.

"ha?" bingungku karena Ren menjawabnya dengan bisik-bisik.

"IYA cuma ke guru doang ngga." Jawabnya masih cemberut. Aku spontan mencubit pipinya dan aku tahu dia tidak akan bisa membalasnya padaku. "Yo-Yoshizawa!! Kamu ngapain? Ngebuat aku merinding!!" Teriaknya meronta-ronta. Aku hanya lari meninggalkan dan langsung masuk ke dalam kelas yang sudah 5 meter dari tempat kami berdiri sebelumnya. "O-OI!! Tunggu!!"

Sampai di dalam kelas, aku menaruh peta di dekat meja guru dan menunggu si Ren datang. "WOI! Mentang-mentang aku pegang buku, kamu cubit-cubit ya! Harus di balas!" Kata Ren segera menaruh buku yang di bawanya dan mengejarku. Kami malah kejar-kejaran di kelas, beberapa menit setelahnya sudah banyak murid yang datang. Mereka semua menatap kami aneh.

"Ciee, Tatsuya Kylee jadian, sekarang ada pasangan baru juga!" Kata temanku di kelas sambil menatapku dan Ren yang terhenti berlari. Aku jadi mulai takut, aku takut Ren kuanggap pelarian. Karena sejak tadi aku sangat nyaman dekat dengannya. Aku takut menyakitinya. Mungkin harus segera kupotong tali ini.

"Yoshizawa?"

"Ren, maaf." Kataku langsung pergi dari kelas dan berencana untuk jalan-jalan di taman sekolah mumpung masih pagi.

"Ha? Kana!"

DEG... Dia memanggil nama kecilku. Ren maaf ya...

Memang benar ya, kalau orang patah hati, dia akan menganggap semua orang di sekitarnya baik dan memperhatikannya. Aku yakin Ren tidak ada perasaan padaku, hanya aku yang merasa kalau Ren itu baik dan sangat nyaman. But maybe that just today act. Different for tommorow and for ever. Di taman, banyak pasangan murid. Saling bercanda tawa, saling menggoda, dan saling care. Kok hidup ini sedih ya bagiku? Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta dan untuk pertama kalinya aku patah hati di satu hari ini, 10 Oktober 2013. Mungkin tanggal petaka buatku. Haha.

TING... TONG... Akhirnya bel masukpun berbunyi, serasa bel neraka. aku akan bertemu dua sosok cowok yang tidak ingin kutemui untuk sekarang ini. Tatsuya dan Ren. Aku harap tidak ada yang mengajakku berbicara. Di kelas, aku terus-terusan menatap bergantian antara Ren dan Tatsuya. Terkadang aku sok cuek padahal aku tidak bisa cuek.
Ditengah pelajaran aku merasa tidak enak badan, "kenapa, Yoshizawa?" Tanya teman cewek yang ada di seberangku. Dia bukan temanku, tapi dia salah satu orang yang care padaku. Sahabatku yang sesungguhnya ada di kelas tetangga, 2 IPA-B. "Sensei, Yoshizawa sakit! Boleh saya mengantarnya ke UKS?" Tanya Yui, teman seberangku itu langsung pada Sensei. Sensei mengangguk tanda setuju. Disana Yui langsung menuntunku ke UKS. "kutinggal ya,"

"Iya, makasih ya..." kataku langsung berbaring di kasur. Yui mengangguk dan tersenyum.

GYAAAAAAAAAAAAA Aku malah tidak bisa tidur sampai bel istirahat tiba!
GREKK... Eh siapa tuh masuk? Aku harus tidur.

"Dasar Kana bego,"

Siapa nih?

"Kamu apa-apaan sih mendadak menjauhiku?"

Siapa sih? Suaranya bisik-bisik...

"Seharusnya kamu gak perlu seperti itu, dekatlah denganku. Bergantunglah padaku,"

Dia... Ren!? Kenapa? Maksudnya apa? Dekatlah dan Bergantunglah padanya?
Apa aku terlalu Ge-er untuk mencerna semua kata-katanya? Apa yang dia masuk dia suka padaku?
Apa maksudmu Ren? Gak mungkin kan kalau kamu suka padaku hanya dalam jangka waktu sehari ini. C'mon Ren, dont be like that!

"Get well soon," kata Ren tampaknya langsung meninggalkan ruang UKS. Grekkk... dia membuka pintu UKS yang artinya dia sudah pergi. GYAH! Aku langsung terbangun dari kepura-puraanku dan aku kebingungan dengan apa yang sudah terjadi ini. Apa sih yang dia katakan? DEG...DEG...DEG... Apaan sih? Hari ini hari yang aneh! Ya Tuhan, jangan begini... Aku tidak mau berurusan lagi dengan hal ini!!! Aku harus me-manage perasaanku.

Akhirnya, aku disuruh pulang oleh Guru piket. Katanya detak jantungku dan suhu tubuhku meningkat. Itu sih bukan karena aku sakit! TAPI KARENA REN, SENSEI!!! Bego banget deh, aku jadi harus pulang begitu saja. Saat mau keluar sekolah dan melewati koridor kelas, aku melihat Kylee memberikan bekal pada Tatsuya dari jendela kelas 2 IPA-A. Mereka sengaja ya? Huh... Tapi seraya itu, aku melihat sosok cowok duduk di belakang Tatsuya dan Kylee berdiri. Dia memegang kertas dengan wajah memelas. Apa yang dilihatnya? Ren?

<To be Continyuu~>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar