Pulang sekolah tadi siang..
Aku: "pa, besok sabtu aku boleh ke malang?"
Papa: "iya pergi'o gak papa" #ngusir amat pikirku wkwkwk
Aku: oh ok #stay cool
Papa: iya..
Masuk dalam,
ada mama ._.
Aku: *mencak"* oleh maa oleh ._.9
Mama speechless --''
Wwkwkwk habis gitu barusan,
tepatnya malamnya,
akhirnya papa tanya: siapa aja yang ikut ke malang..? wkwkwk ==a
Ceramah deh ._.a
Gak boleh gini gak boleh gitu lho ya ._. yayayaya ._. :v ya!! yaaa ._.
Okeh pa ._.
Okehhh :v okehhh --''
Tapi thanks papa!!
Hihihi, ternyata boleh xD hihihi xD
>.< AYO CEPAT 24!!
2 hari lagi --''
Kamis, 22 Mei 2014
Dudud --''
Aku kan habis nyanyi buat ko Dq tuh,
A thousand years-Christina Perri..
Sebelum nyanyi aku kasih pengantar,
"hai ko... bla bla"
Nah semuanya baik-baik saja sih..
Nah, dududnya...
Pas aku nyetel lagu itu,
tiba-tiba papaku masuk pas disaat lagu itu berkata,
"HAI KO.. KOKO SAYANG...!"
=w= shock saya.. ._.
langsung aku cepetin ke lagunya --''
ARGH!! itu lucu itu lucu!!
untung gak tanya apa-apa.. >o<''
A thousand years-Christina Perri..
Sebelum nyanyi aku kasih pengantar,
"hai ko... bla bla"
Nah semuanya baik-baik saja sih..
Nah, dududnya...
Pas aku nyetel lagu itu,
tiba-tiba papaku masuk pas disaat lagu itu berkata,
"HAI KO.. KOKO SAYANG...!"
=w= shock saya.. ._.
langsung aku cepetin ke lagunya --''
ARGH!! itu lucu itu lucu!!
untung gak tanya apa-apa.. >o<''
Suaraku!! Tidakkk~!!!
Nah gini nih ceritanya,
si artis korea gak jadi itu down karena nilai UN yang menurutnya sangat tidak memuaskan itu..
Kalau menurutku sudah memuaskan sih, nilai juga lumayan banget,
dilihat dari perjuangannya juga tuh xD
Jangan down, beibehh~
hahaha,
entah lagi mimpi apa...
Aku melakukan hal yang sangat-sangat mengerikan..
Mau tau apa itu!?!?!?
Jadi, pas aku nulis harga mic, itu sambil dengerin lagu..
Tau-tau muncul pikiran mengerikan itu!!
NYANYI-REKAM-KIRIM!
wkwkwk ngerti maksudnya?
Jadi aku nyanyi, terus aku rekam, trus aku kirim deh ke artis korea itu tuh, ko Dq.
wkwkwkwk..
Pertama-tama, masih PEDE...
terus dengerin hasil suaraku yang pertama kali banget, cuma 2 baris lirik..
Ternyata lumayan juga hahaha..
Akhirnya coba sampe selesai,
Nah saat diakhir lagu, pas banget.. mamaku masuk kamar dan ngomong,
"gak jadi ke supermarket?"
MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!
Ke rekam sudah .___.
Ok lanjut ke tahap 2,
=w= ketinggalan nada.. wkwkwk
ke tahap 3,
kepleset nada sama liriknya --''
tahap ke 4,
MALAH NAMBAH keplesetnya!! =w= jadi ketawa" sendiri aku wkwkwk
keplesetnya kebangetan,
udah kepleset masih cepet"an lagi nyanyinya supaya bisa imbang sama nadanya..
Hadeuh..
Sampai akhirnya negara api menyerang, tahap ke lima berhasil..
Cuma memang masih ada yang kepleset liriknya --''
sakit hati nyanyi nya wwkwkwk
tapi menurutku itu paling bagus...
Aku sampe pamer" ke mama dan kokoku, commentnya surem amat --''
Mamaku: bagus.. *senyum" ._.
Kokoku: wkwkwk apik se, tapi jadi kayak lagu anak" ._.
OK MAKASI! :v
wkwkwk ya begitulah..
sampe malamnya, akhir dari segala akhir aku kirim juga itu lagu dengan berat hati..
Habis kirim langsung kabur belajar kimia wkwkwk :v
argghhh~
si artis korea gak jadi itu down karena nilai UN yang menurutnya sangat tidak memuaskan itu..
Kalau menurutku sudah memuaskan sih, nilai juga lumayan banget,
dilihat dari perjuangannya juga tuh xD
Jangan down, beibehh~
hahaha,
entah lagi mimpi apa...
Aku melakukan hal yang sangat-sangat mengerikan..
Mau tau apa itu!?!?!?
Jadi, pas aku nulis harga mic, itu sambil dengerin lagu..
Tau-tau muncul pikiran mengerikan itu!!
NYANYI-REKAM-KIRIM!
wkwkwk ngerti maksudnya?
Jadi aku nyanyi, terus aku rekam, trus aku kirim deh ke artis korea itu tuh, ko Dq.
wkwkwkwk..
Pertama-tama, masih PEDE...
terus dengerin hasil suaraku yang pertama kali banget, cuma 2 baris lirik..
Ternyata lumayan juga hahaha..
Akhirnya coba sampe selesai,
Nah saat diakhir lagu, pas banget.. mamaku masuk kamar dan ngomong,
"gak jadi ke supermarket?"
MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!
Ke rekam sudah .___.
Ok lanjut ke tahap 2,
=w= ketinggalan nada.. wkwkwk
ke tahap 3,
kepleset nada sama liriknya --''
tahap ke 4,
MALAH NAMBAH keplesetnya!! =w= jadi ketawa" sendiri aku wkwkwk
keplesetnya kebangetan,
udah kepleset masih cepet"an lagi nyanyinya supaya bisa imbang sama nadanya..
Hadeuh..
Sampai akhirnya negara api menyerang, tahap ke lima berhasil..
Cuma memang masih ada yang kepleset liriknya --''
sakit hati nyanyi nya wwkwkwk
tapi menurutku itu paling bagus...
Aku sampe pamer" ke mama dan kokoku, commentnya surem amat --''
Mamaku: bagus.. *senyum" ._.
Kokoku: wkwkwk apik se, tapi jadi kayak lagu anak" ._.
OK MAKASI! :v
wkwkwk ya begitulah..
sampe malamnya, akhir dari segala akhir aku kirim juga itu lagu dengan berat hati..
Habis kirim langsung kabur belajar kimia wkwkwk :v
argghhh~
Senin, 12 Mei 2014
Remember: When love is Blooming..
"Cewek ini,"
"Bukan lagi seorang pemimpi,"
"Sekarang, iya menjadi pemimpi baru dengan mimpiyang diciptakan bersama cowok itu, cowok yang disukainya dan tidak bisa dilupakannya,"
"Dan, Cewek itu mulai berani mengeluarkan isi hatinya yang selama ini terpendam dalam hatinya, meskipun tidak mudah untuk diungkapkannya lewat kata-kata"
"Rasa gengsi, malu, maupun rasa cinta bercampur jadi satu, menyebabkan cewek ini sangat susah mengungkapkan apa yang ada di hatinya,"
"Peningkatan kepercayaan diri juga Ia lakukan,"
"Ia berkata..."
"Aku sudah berhasil menghadapi atau lebih tepatnya menunggu sesuatu yang mustahil dalam masa laluku, mimpi burukku. Sekarang waktunya aku menghadapi apa yang ada di dalam hatiku, mencoba hal baru,"
"Lalu cewek itu berteriak..."
"HEI, ITU SUSAH!! ITU TIDAK SEGAMPANG TEORI DALAM OTAKKU!!"
"Cowok itu mulai mengerti, mulai memahami si cewek, meskipun itu tentunya membebani cowok itu,"
"Suatu hari, cewek itu mulai memberanikan diri karena Ia ingin sekali mendengar suara seseorang yang Ia anggap spesial,"
"Sudah lama cewek itu tidak melihat si cowok, tidak mendengar suara si cowok, rasanya aneh... Sepertinya semua yang si cewek lakukan jadi membosankan. Lalu cewek itu berpikir, mungkin kalau cewek itu menelepon si cowok dan mendengar suara si cowok...."
"Cewek ini akan merasa lebih baik."
"Dalam jangka waktu lama, cewek ini tidak juga menelepon,"
"Ia menahan,"
"Sampai akhirnya, tiba saatnya telepon, si cowok menelepon,"
"Setelah ini, cewek itu lega dari perasaan yang selama ini Ia pendam jauh jauh,"
"Dan lalu Ia berkata..."
"SEKARANG, setelah mendengar suaramu, aku memang merasa lebih baik, tapi timbul masalah baru... Aku jadi semakin ingin melihatmu, bertemu denganmu,"
"Itu bukan masalah, karena cewek ini tahu kapan waktu seharusnya mereka bertemu."
"Mereka sudah berjanji,"
"Dan memakai baju yang sama saat itu tiba."
"Ketika cinta ini mulai berkembang, bukan hanya kesenangan yang berkembang, namun sesuatu yang merisaukanpun tiba, dan mulai membuat sesuatu yang membahagiakan ini tidak mulus perjalanannya,"
"Tapi disini, si cewek tahu,"
"Tanpa semua ini, kita tidak akan pernah bisa mengerti satu sama lain, apa yang diinginkan satu sama lain..."
"Si cewek mulai cemas, apa dia bisa berubah?? Rasa gengsi bahkan nervous ini apa akan terus melanda dirinya?"
"Ah, diatas segalanya itu, yang si cewek ingin, si cowok akan tetap percaya ketika si cewek yang super nervous dan gengsi ini berkata bahwa 'aku mencintaimu'."
:v
"Bukan lagi seorang pemimpi,"
"Sekarang, iya menjadi pemimpi baru dengan mimpiyang diciptakan bersama cowok itu, cowok yang disukainya dan tidak bisa dilupakannya,"
"Dan, Cewek itu mulai berani mengeluarkan isi hatinya yang selama ini terpendam dalam hatinya, meskipun tidak mudah untuk diungkapkannya lewat kata-kata"
"Rasa gengsi, malu, maupun rasa cinta bercampur jadi satu, menyebabkan cewek ini sangat susah mengungkapkan apa yang ada di hatinya,"
"Peningkatan kepercayaan diri juga Ia lakukan,"
"Ia berkata..."
"Aku sudah berhasil menghadapi atau lebih tepatnya menunggu sesuatu yang mustahil dalam masa laluku, mimpi burukku. Sekarang waktunya aku menghadapi apa yang ada di dalam hatiku, mencoba hal baru,"
"Lalu cewek itu berteriak..."
"HEI, ITU SUSAH!! ITU TIDAK SEGAMPANG TEORI DALAM OTAKKU!!"
"Cowok itu mulai mengerti, mulai memahami si cewek, meskipun itu tentunya membebani cowok itu,"
"Suatu hari, cewek itu mulai memberanikan diri karena Ia ingin sekali mendengar suara seseorang yang Ia anggap spesial,"
"Sudah lama cewek itu tidak melihat si cowok, tidak mendengar suara si cowok, rasanya aneh... Sepertinya semua yang si cewek lakukan jadi membosankan. Lalu cewek itu berpikir, mungkin kalau cewek itu menelepon si cowok dan mendengar suara si cowok...."
"Cewek ini akan merasa lebih baik."
"Dalam jangka waktu lama, cewek ini tidak juga menelepon,"
"Ia menahan,"
"Sampai akhirnya, tiba saatnya telepon, si cowok menelepon,"
"Setelah ini, cewek itu lega dari perasaan yang selama ini Ia pendam jauh jauh,"
"Dan lalu Ia berkata..."
"SEKARANG, setelah mendengar suaramu, aku memang merasa lebih baik, tapi timbul masalah baru... Aku jadi semakin ingin melihatmu, bertemu denganmu,"
"Itu bukan masalah, karena cewek ini tahu kapan waktu seharusnya mereka bertemu."
"Mereka sudah berjanji,"
"Dan memakai baju yang sama saat itu tiba."
"Ketika cinta ini mulai berkembang, bukan hanya kesenangan yang berkembang, namun sesuatu yang merisaukanpun tiba, dan mulai membuat sesuatu yang membahagiakan ini tidak mulus perjalanannya,"
"Tapi disini, si cewek tahu,"
"Tanpa semua ini, kita tidak akan pernah bisa mengerti satu sama lain, apa yang diinginkan satu sama lain..."
"Si cewek mulai cemas, apa dia bisa berubah?? Rasa gengsi bahkan nervous ini apa akan terus melanda dirinya?"
"Ah, diatas segalanya itu, yang si cewek ingin, si cowok akan tetap percaya ketika si cewek yang super nervous dan gengsi ini berkata bahwa 'aku mencintaimu'."
:v
Remember: When love is Growing..
"Dia hanya seorang cewek pemimpi,"
"Lalu berkenalan dengan cowok dan mulai menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan cowok itu dalam suatu diary,"
"Awalnya cewek itu kira cowok itu hanya seorang cowok GJ nan menyebalkan..."
"Tapi, cowok itu lucu. Tapi cowok itu cuek,"
"Ingin berteman dengan si cowok, meskipun akan susah untuk masuk ke dalam diri si cowok,"
"Akan si cewek pastikan cowok itu tidak akan mendapatkan masalah karena perilakunya,"
"Sekarang, cowok itu mengetahui keberadaan si cewek dan si cewekpun semakin tahu keberadaan si cowok. Kata stalker mulai muncul dari mulut si cewek dan menjadi hobby baru cewek ini,"
"Aku hanya ingin melihatmu gembira seperti yang kulihat waktu itu, kata cewek itu"
"Entah sejak kapan, lalu cewek itu menyadari satu hal yang tidak wajar. Dia melakukan sesuatu yang mustahil dan mengejutkan hanya untuk cowok itu. Dan cewek itu membutuhkan beberapa rangkaian kata untuk mengatakan sesuatu pada cowok itu, bahkan saat memanggil nama saja butuh rangkaian yang serapi pikiran cewek itu,"
"Lalu cewek itu berpikir sejenak,"
"Apakah aku harus berhenti menjadi calon temannya? Karena sepertinya..."
"Aku menyukaimu, kata cewek itu"
"Selama beberapa waktu, cewek ini sering memikirkan si cowok bahkan kemampuan cewek itu menjadi stalker semakin hebat,"
"Selama berbulan-bulan, yang dilakukan cewek itu hanya mencoba untuk dekat tanpa membebani cowok itu,"
"Tapi, cewek itu mulai merasa, bahwa Ia sangat mengganggu dan membebani cowok itu,"
"Karena cowok itu begitu cuek padanya,"
"Akhirnya cewek itu putus asa,"
"Ia mencoba sekuat tenaga untuk melupakan cowok."
"Namun, cewek itu malah berkata,"
"Aku bisa melupakan sesuatu yang ingin kulupakan, tapi aku tidak bisa lupa dengannya. Apa gunanya mengingat dia terus?"
"Tapi, selanjutnya cewek itu berkata lagi,"
"hmmm tapi kalau-kalau suatu saat nanti kamu rindu padaku, kau mau menghubungiku? Supaya aku tidak perlu susah payah melupakanmu dan segera menghampirimu kembali sebagai orang yang berbeda..............."
"yaitu penopangmu,"
"Meskipun itu tidak membuat sedikit bagian dari hati cowok itu tergerak untuk menoleh pada cewek yang ada di belakangnya yang selalu memperhatikannya."
"Cewek itu tidak mengeluh, Setidaknya sedikit pengorbanan cewek ini dapat membuat senang si cowok itu.."
"Walaupun kesenangan itu hanya sekecil bakteri,"
"Lalu, cewek ini mencoba untuk tetap bertahan dari keputusasaan yang menimpanya berkali-kali... karena cewek itu sadar, cowok itu bukan hanya memberi suatu keputusasaan namun juga memberinya suatu semangat,"
"Cewek ini berpikir, seberapa buruk dirinya, cewek ini yakin bahwa Ia dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan sebelum cowok itu pergi meninggalkannya, dan meskipun si cewek tidak mendapat imbalan sekalipun,"
"Lalu tidakkah mengejutkan, cewek ini mendapat sesuatu yang Ia harapkan, yang bahkan tidak ada sekalipun di pikirannya bahwa itu akan terjadi,"
"Cowok itu memperhatikannya, benar-benar memperhatikannya,"
"Cewek itu berdebar-debar, seakan-akan sedang dalam panggung pentas seni yang megahnya luar biasa,"
"Maukah kamu jadi kekasihku?, cowok itu mulai mengucapkan satu hal yang mustahil dan tentu saja tidak dapat di pikir dengan nalar,"
"Cewek itu mendekap 2 bantalnya dan berkata dalam hatinya,"
"Apa iya ini terjadi?"
"Tidak becanda?"
"Cewek itu tidak dapat berpikir lagi, dan akhirnya, iya menjawab sesuatu yang memang seharusnya Ia jawab karena perasaannya sudah berceceran kemana-mana,"
"Cewek dan cowok ini memang baru saja mulai saling mengenal,"
"Tapi, dunia dimana mereka berkenalan lebih jauh itulah dunia yang akan menyatukan mereka berdua, meskipun harus melewati suatu hal yang menyedihkan, menyebalkan bahkan sangat menyenangkan"
"Lalu berkenalan dengan cowok dan mulai menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan cowok itu dalam suatu diary,"
"Awalnya cewek itu kira cowok itu hanya seorang cowok GJ nan menyebalkan..."
"Tapi, cowok itu lucu. Tapi cowok itu cuek,"
"Ingin berteman dengan si cowok, meskipun akan susah untuk masuk ke dalam diri si cowok,"
"Akan si cewek pastikan cowok itu tidak akan mendapatkan masalah karena perilakunya,"
"Sekarang, cowok itu mengetahui keberadaan si cewek dan si cewekpun semakin tahu keberadaan si cowok. Kata stalker mulai muncul dari mulut si cewek dan menjadi hobby baru cewek ini,"
"Aku hanya ingin melihatmu gembira seperti yang kulihat waktu itu, kata cewek itu"
"Entah sejak kapan, lalu cewek itu menyadari satu hal yang tidak wajar. Dia melakukan sesuatu yang mustahil dan mengejutkan hanya untuk cowok itu. Dan cewek itu membutuhkan beberapa rangkaian kata untuk mengatakan sesuatu pada cowok itu, bahkan saat memanggil nama saja butuh rangkaian yang serapi pikiran cewek itu,"
"Lalu cewek itu berpikir sejenak,"
"Apakah aku harus berhenti menjadi calon temannya? Karena sepertinya..."
"Aku menyukaimu, kata cewek itu"
"Selama beberapa waktu, cewek ini sering memikirkan si cowok bahkan kemampuan cewek itu menjadi stalker semakin hebat,"
"Selama berbulan-bulan, yang dilakukan cewek itu hanya mencoba untuk dekat tanpa membebani cowok itu,"
"Tapi, cewek itu mulai merasa, bahwa Ia sangat mengganggu dan membebani cowok itu,"
"Karena cowok itu begitu cuek padanya,"
"Akhirnya cewek itu putus asa,"
"Ia mencoba sekuat tenaga untuk melupakan cowok."
"Namun, cewek itu malah berkata,"
"Aku bisa melupakan sesuatu yang ingin kulupakan, tapi aku tidak bisa lupa dengannya. Apa gunanya mengingat dia terus?"
"Tapi, selanjutnya cewek itu berkata lagi,"
"hmmm tapi kalau-kalau suatu saat nanti kamu rindu padaku, kau mau menghubungiku? Supaya aku tidak perlu susah payah melupakanmu dan segera menghampirimu kembali sebagai orang yang berbeda..............."
"yaitu penopangmu,"
"Meskipun itu tidak membuat sedikit bagian dari hati cowok itu tergerak untuk menoleh pada cewek yang ada di belakangnya yang selalu memperhatikannya."
"Cewek itu tidak mengeluh, Setidaknya sedikit pengorbanan cewek ini dapat membuat senang si cowok itu.."
"Walaupun kesenangan itu hanya sekecil bakteri,"
"Lalu, cewek ini mencoba untuk tetap bertahan dari keputusasaan yang menimpanya berkali-kali... karena cewek itu sadar, cowok itu bukan hanya memberi suatu keputusasaan namun juga memberinya suatu semangat,"
"Cewek ini berpikir, seberapa buruk dirinya, cewek ini yakin bahwa Ia dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan sebelum cowok itu pergi meninggalkannya, dan meskipun si cewek tidak mendapat imbalan sekalipun,"
"Lalu tidakkah mengejutkan, cewek ini mendapat sesuatu yang Ia harapkan, yang bahkan tidak ada sekalipun di pikirannya bahwa itu akan terjadi,"
"Cowok itu memperhatikannya, benar-benar memperhatikannya,"
"Cewek itu berdebar-debar, seakan-akan sedang dalam panggung pentas seni yang megahnya luar biasa,"
"Maukah kamu jadi kekasihku?, cowok itu mulai mengucapkan satu hal yang mustahil dan tentu saja tidak dapat di pikir dengan nalar,"
"Cewek itu mendekap 2 bantalnya dan berkata dalam hatinya,"
"Apa iya ini terjadi?"
"Tidak becanda?"
"Cewek itu tidak dapat berpikir lagi, dan akhirnya, iya menjawab sesuatu yang memang seharusnya Ia jawab karena perasaannya sudah berceceran kemana-mana,"
"Cewek dan cowok ini memang baru saja mulai saling mengenal,"
"Tapi, dunia dimana mereka berkenalan lebih jauh itulah dunia yang akan menyatukan mereka berdua, meskipun harus melewati suatu hal yang menyedihkan, menyebalkan bahkan sangat menyenangkan"
Langganan:
Komentar (Atom)